Isnin, 4 Julai 2016

Dua Replika Bahtera Nuh Berukuran Asli Menjadi Tumpuan


Dua buah replika bahtera Nabi Nuh akan menarik perhatian dunia terhadap fakta masa lalu dan kebenaran yang tertulis dalam Alkitab.

Salah satu bahtera akan dapat dikunjungi mulai 7 Julai 2016 di taman hiburan Ark Encounter di Williamstown, Kentucky, Amerika Syarikat. Di dalamnya terdapat pameran berbagai replika binatang, termasuk dinasour, tak terkecuali model manusia dan peralatan-peralatan yang menceritakan kehidupan di masa lalu.
Sama seperti Bahtera Nuh, replika ini juga dibuat dari bahan kayu.
Batangan kayu besar sebagai kerangka dalam bahtera diambil dari pohon yang mati kerana hama kumbang, sedang bahan kayu lainnya berasal dari hutan terbaru, demikian keterangan yang dimuat di laman Ark Encounter.

Selain salib, kami yakin bahwa Bahtera Nuh adalah peringatan paling besar tentang Injil yang menyelamatkan,” tulis mereka, mengkiaskan bahwa Kristus seumpama pintu bahtera yang melaluinya manusia beroleh keselamatan.
“Keluarga Nuh masuk pintu Bahtera untuk terhindar dari kehancuran fizikal akibat air bah. Allah telah menyediakan sebuah ‘pintu’ lain untuk menyelamatkan manusia dari penghakiman kekal yang akan datang. Yesus Kristus berkata, ‘Akulah pintu ke domba-domba…’ (Yohanes 10:7)…Yesus, Gembala yang Baik, adalah pintu masuk bagi kita untuk diselamatkan dari dosa.”
Alkitab mencatat bahwa TUHAN Allah memberikan butir-butir terperinci ukuran bahtera yang harus dibangun oleh Nuh, yaitu panjang 300 kubit, lebar 50 kubit, dan tinggi 30 kubit. “Kubit” adalah satuan ukuran panjang dari siku sampai hujung jari, yang panjangnya dapat berbeza-beza dimulai dari ukuran pendik 44.5 sentimeter sampai panjang 52.3 cm.

Ukuran Bahtera Ark Encounter adalah panjang 155 meter (tiga pesawat ruang angkasa NASA dapat di tampung di atas Bahtera Nuh); lebar 25.9 meter; tinggi 15.3 meter.

Ark Encounter menjanjikan taman hiburan bagi keluarga yang tepat dari sudut sejarah dan mesra alam.

Menyeberang samudera
Lain dengan replika Bahtera Nuh di Amerika Syarikat yang dibangun di darat, replika lainnya yang dibangun di Belanda pada 2008-2013 oleh Johan Huibers, direncanakan akan menyeberang samudera menuju Fortaleza, Brazil, di tengah acara Olimpik 2016. (Sebelumnya dia juga telah membuat sebuah replika bahtera, namun tidak mengikuti ukuran sebenarnya. Bahtera ini yang mengalami kerosakan di Norway baru-baru ini)
Ukuran Bahtera Nuh yang akan berlayar ke Brazil berukuran panjang 125 meter; lebar 29 meter; tinggi 23 meter; berat 2500 tan. Perbezaan ukuran kedua replika bahtera ini dan yang dibangun di Kentucky dapat dijelaskan ukuran “kubit” yang digunakan berbeza.
Menurut keterangan akhbar di laman Ark of Noah, jelajah bertema “Bahtera Harapan” ini bermaksud untuk “menyediakan dukungan sosial, pendidikan, dan bantuan praktikal lainnya bagi warga berkekurangan di Brazil, dan kemudian di negara-negara lainnya.”
Mereka akan memberi pemaparan tentang “penggunaan air, tanggungjawab sosial dan lingkungan hidup termasuk bantuan untuk persoalan berkaitan penyalahgunaan dadah, keterampilan kerja, dan banyak lagi.”
Bahtera ini dilengkapi dengan teater, restoran dan turut memuat berbagai replika binatang jantan dan betina, termasuk berbagai model manusia yang menceritakan kehidupan di masa Alkitab.
Sejarah dan lagenda air bah 

Dalam berbagai kelompok masyarakat dunia terdapat kisah menceritakan banjir besar yang melanda bumi. Menurut keterangan di laman Ark Encounter diperkirakan terdapat sekitar 200 kisah yang mirip cerita air bah zaman Nuh.

Pada 2013 lalu sebuah tablet tanah liat berusia sekitar 4000 tahun dipamerkan British Museum, England.
Tablet bertulisan huruf baji itu memuat kisah mirip Bahtera Nuh, dengan binatang masuk berdua-dua, jantan dan betina, hanya saja bahtera di sini disebut berbentuk lingkaran – dibangun dalam waktu tujuh hari dan air menutupi bumi selama tujuh hari.
Penemuan itu sempat diertikan kelompok tertentu sebagai bukti bahwa kisah dalam Alkitab hanya meniru lagenda Sumeria.
Namun, beberapa pemikir Kristian menunjukkan bahwa pengisahan Ibrani kuno mengenai terjadinya air bah adalah 500-700 tahun sebelum tablet tersebut. 
Kerana itu, penemuan tablet tersebut justeru menguatkan catatan Alkitab bahwa peristiwa air bah benar-benar terjadi.
“…Sebenarnya, ini hanyalah sebuah penemuan arkeologi yang menguatkan kisah air bah dalam Alkitab. Adalah masuk akal bahwa orang-orang dalam budaya di seluruh dunia – yang diturunkan dari lapan orang yang keluar dari bahtera – akan mengingat berbagai versi air bah di memori dan tradisi budaya mereka,” tulis Tim Chaffey di AnswerInGenesis.org.

Dalam sejarah, tidak banyak kapal yang dibuat dari bahan kayu yang dapat menyaingi Bahtera Nuh. Di antaranya adalah kapal harta karun China yang dibuat tahun 1400-an dan kapal Yunani kuno, Tesaronteres. Namun Bahtera Nuh tetap merupakan struktur terbesar yang mendekati ukuran maksimum untuk sebuah kapal kayu.
Penghakiman Allah atas dunia melalui air bah disebabkan oleh kejahatan dan kekerasan yang dilakukan oleh manusia.

Air bah tidak akan datang lagi ke bumi, tapi Allah telah berfirman bahwa Dia sekali lagi akan menghakimi bumi, tapi dengan api. Kristus mengatakan bahwa hari kedatangan-Nya kembali adalah seperti di zaman Nuh.




(Dialihbahasakan daripada artikel Yubelium bertajuk, "Belayar Kembali: Dua Replika Bahtera Nuh Dengan Ukuran Asli Memberi Kesaksian Tentang Kebenaran Alkitab" yang ditulis oleh Oasis bertarikh 2 Julai 2016)