Selasa, 9 Februari 2016

Gereja Berusia 1,500 Tahun Ditemukan Di Kapadokia Turki

Ilustrasi lukisan dinding di gereja (Foto Christian Today)

Sebuah gereja Byzantium bawah tanah berumur sekitar 1.500 tahun telah ditemukan di Turki dengan lukisan dinding yang menggambarkan Yesus.

Gereja ini ditemukan di dunia kota bawah tanah terbesar di wilayah Kapadokia Turki tengah.

Lukisan dinding menggambarkan peristiwa Yesus naik ke Surga. Ada juga yang menunjukkan Yesus menghancurkan si jahat di Pengadilan Akhir Zaman. Lukisan dinding lainnya menggambarkan para rasul, orang-orang kudus dan para nabi.

Ahli-ahli arkeologi menyarankan gereja kemungkinan berusia lebih dari 1.500 tahun dan masih memegang banyak rahsia yang boleh terungkap, kerana hanya atap dan bahagian-bahagian paling atas dari dinding yang telah ditemukan.

Penemuan ini terjadi sewaktu projek perumahan perbandaran dimulakan di kota Nevsehir.

“Kita tahu bahwa lukisan dinding tersebut sejauh ini tidak pernah terlihat di gereja lain,” kata Hasan Unver, Wali Kota Nevsehir. “Gereja itu dibangun di bawah tanah dan memiliki lukisan dinding asli yang bertahan sampai hari ini. Tempat ini bahkan lebih besar dari gereja-gereja bersejarah lainnya di Kapadokia.”

“Dilaporkan bahwa beberapa lukisan dinding di sini adalah unik. Ada penggambaran yang menarik, misalnya ikan jatuh dari tangan Yesus Kristus, dia naik ke langit, dan jiwa-jiwa yang jahat dimusnahkan. Ketika gereja benar-benar terungkap, Kapadokia boleh menjadi pusat ziarah gereja Ortodoks,” kata Unver.

Penggalian akan terus dilakukan di musim bunga. Ketika pertama kali ditemukan, gereja dipenuhi dengan tanah, dan potongan lukisan harus dikumpulkan secara terpisah. Peneliti utama dari gereja dan kota bawah tanah, Semih Istanbulluoglu, mengatakan, “Struktur ini ditemukan beberapa waktu yang lalu. Lukisan dinding ini akan kembali ke penampilan aslinya setelah restorasi dan pembersihan.”

(Dipetik dan dialihbahasa daripada artikel Satu Harapan bertajuk "Gereja Berumur 1,500 Tahun Ditemukan Di Kapadokia Turki" penulisan Bayu Probo bertarikh 8 Februari 2016)