Memaparkan catatan dengan label Alkitab Terjemahan Baru. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Alkitab Terjemahan Baru. Papar semua catatan

Isnin, 30 Mei 2016

Alkitab Versi Borneo (AVB) dan Jenis-Jenis Terjemahan Alkitab


Alkitab Bahasa Malaysia yang baru iaitu Alkitab Versi Borneo (AVB) telah diterbitkan baru-baru ini. Apakah Alkitab Versi Borneo itu dan apakah persamaan dan perbezaannya dengan terjemahan-terjemahan yang sebelumnya?

Sewaktu pelancaran AVB baru-baru ini, Rev Datuk Jerry Dusing, pengerusi Literature And Bible Network (LAB) yang telah menerbitkan Alkitab itu, telah menyebut mengenai dua jenis terjemahan Alkitab. Saya membuat sedikit penyelidikan di internet, dan mendapat maklumat tambahan mengenai dua jenis terjemahan utama yang digunakan untuk menterjemah Alkitab dari bahasa asal kepada bahasa tempatan.

Ahad, 1 Mei 2016

Doa Bapa Kami - Dalam 7 Versi Terjemahan


Berikut ialah "Doa Bapa Kami" dalam 7 versi terjemahan Alkitab Bahasa Malaysia dan Indonesia dari 1629 hingga 2016. (Ini bukanlah senarai penuh - memang terdapat lain-lain lagi versi terjemahan dari abad ke-17 hingga abad ke-21 yang tidak disenarai di sini). Yang dimuatkan di sini ialah beberapa terjemahan yang saya kira menarik untuk dikongsikan dengan para pembaca.

Rabu, 27 April 2016

Alkitab Terjemahan Baru - Sejarah dan Penerbitannya

Ramai yang menggunakan Alkitab Terjemahan Baru - buku dan digital

Terjemahan Baru adalah sebuah versi terjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang diselesaikan pada tahun 1974. Alkitab ini masih digunakan secara meluas hingga saat ini.

Ringkasan - Terjemahan Alkitab Ke Bahasa Malaysia / Indonesia

Dari kiri: Injil Matius (Ruyl, 1629), Perjanjian Baharu Berita Baik (1974), Alkitab  Berita Baik (1987)

Di antara tulisan-tulisan Kristian yang paling awal di tanah Nusantara adalah buku Kitab Salat as-Sawai (Kitab Doa dan Tafakur) yang disusun oleh seorang pengkabar Injil Portugis bernama Gregorio de Gregorus pada 1514. Buku ini diterbitkan di Fano, Itali di dalam tulisan Jawi dan mengandungi beberapa petikan Alkitab Vulgata yang diterjemahkan dari bahasa Latin ke bahasa Melayu. Tokoh-tokoh seperti Francis Xavier juga telah menyusun beberapa katekisme (buku soal-jawab agama) di dalam bahasa Melayu.